http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/tail2.gif KeyS2C MANBA

Sabtu, 08 Desember 2012

lingkunganku



Hai teman-teman…………….
Nama saya rokayyah. Saya tinggal di jalan rambutan –desa keleyan kecamatan socah . di desa keleyan lah saya di lahirkan dandapat  belajar arti kehidupan dari keluarga saya dan juga orang-orang desa keleyan.selain itu di desaku saya di ajari berbagai macam pengetahuan yang belum saya ketahui sebelumnya misalnya mereka mengajari saya bagaimana cara menghormati orang laen dan juga mereka dapat membentuk kepribadian saya yang lebih baek.
di desaku orang-orangnya ramah-ramah dan masih banyak orang yang mw peduli pada orang laen meskipun orang itu bukan merupakan anggota keluarganya sendiri. Misalnya ada orang yang sakit dan itu bukan anggota keluarganya sendri mereka tetap dating untuk menjenguknya meskipun rumahnya pun jauh mereka tetap saja pergi ke sana untuk menjenguknya. Maka dari itu saya senang bangetz bisa jadi salah satu anggota dari orang keleyan .
di desa keleyan orang-orangnya suka bekerja keraz dan tidak pernah putuz asa misalnya orang-orang di  desa keleyan mayoritas kan profesinya banyak yang menjadi seorang petani dan orang yang bekerja selain petani bisa di hitung jumlahnya. Tape meskipun mereka  Cuma berprofesi sebagai petani mereka masih mempunyai agamanya tetap kuat dan mereka juga masih mempunyai solidaritas yang sangat tinggi terhadap sesamanya dan juga masih mempunyai sopan santun yang tinggi.
Di desaku banyak terdapat bebarapa tanaman yang bisa jadi penghasilan orang-orang keleyan misalnya rambutan, kacang tanah,kacang panjang dan jagung. Biyasanya orang keleyan juga bisa menanam padinya di ladang meski  jarang orang desa laen menanam padi di ladang tpe orang di desaku sering menanam padi di ladang dan katanya padi yang di tanam di ladang itu padinya tidak terlalu enak jika di tanam di ladang lebih enak di tanam di sawah.
Meski padinya lebih enak di tanam di sawah tapi orang di desa keleyan masih saja menanami ladangnya dengan padi karena orang keleyan itu tidak mau membiyarkan ladangnya itu tidak di Tanami apapun . mereka tidak akan membiyarkan ladangnya itu tidak berguna jdi mereka selalu memanfaatkan ladangnya itu untuk mencari penghasilan meski bertani itu merupakan pekerjaan yang sangat berat dan membutuhkan banyak pengorbanan. Mereka tetap saja sabar dan tak ada kata putuz asa bagi mereka.

diriku

Saya tinggal di keluarga yang menurut saya sich keluarga sederhana. Tapi meski saya lahir dari keluarga yang sedarhana keluarga saya tetap menjadi keluarga yang bahagia.keluarga saya tidak pernah bertengkar sama orang lain. Dan lagi pula keluarga saya itu selalu mengalah kepada orang lain maupun ke saudaranya sendiri meskipun dia adiknya ayah sayansendiri.dan dia tidak menghargai jasa ayah saya padahal dulu ayah saya yang yang menyekolahkan mereka.
Saudara ayah saya yang nomor dua itu dia rumahnya dekat banget sama rumah keluarga saya. dia sekarang selalu pengen saja merusak keharmonisan keluarga saya. saya juga tidak tahu mau dia ntu apa sebanarnya. Dia selalu saja membuat rencana agar keluarga saya hancur padahal dulu dia itu di nafkahi dan di sekolahkan oleh ayahnya saya tape sekaran dia malah membalas semua kebaikan ayah saya itu dengan keburukan.
Saudara ayah saya itu tidak pernah mau menyadari sekarang bahwa ayah saya dulu ayahnya saya lah yang menghidupi dia sampai-sampai ayah saya mengorbankan anak dan istrinya untuk menafkahi dia dan juga orang tuanya. Tape sekarang dia malah tidak mau membalas kebaikan ayah saya melainkan dia  sekarang memusuhi ayah saya. jangankan dia balas kebaikan ayah saya dia saja kayaknya tidak mau menghormati ayah saya sedikitpun meski ayah saya sudah banyak berkorban untuknya.
Tapi keluarga saya tetap saya baik kepada keluarga dia apalagi ayah saya. ayah saya sudah menganggap dia saudara meskipun  dia kayak begitu sikapnya. Ayah saya pernah bilang sama saya kalau kejahatan di balas dengan kejahatan maka masalah tidak akan pernah bisa selesai. Jadi meski keluarga dia tidak pernah menganggap keluarga saya tapi keluarga saya tetap saja menganggap dia itu bagian dari keluarga besar ayah saya .
Tapi allah lebih tahu sama hamba-hambanya dia selalu bisa membuat keluarga saya sabar meskipun sikap dia yang  seperti itu. Keluarga saya tetap saja mau mengakui dia sebagai anggota keluarga mereka.dan sekarang keluarga saya selalu pergi ke keluarganya dia kalau ada anak mereka sakit  keluarga saya selalu menjenguk dia tapi gilirin keluarga saya sakit dia tidak mau menjenguk. Jangankan jenguk Tanya saja tidak pernah padahal dulu saudara saya pernah masuk rumah sakit. Tape gpp allah yang yang tahu semuanya dan saya sama keluarga saya Cuma bisa berdoa moga dia cepat sadar saja.


me 2



Saya sekarang sekolah di man bangkalan di mana di sana saya di ajari berbagai macam ilmu agama. Saya dulu SDsekolah di SDN KELEYAN 03 yang berlokasi di jalan rambutan-desa kelayan kecamatan  socah. Kemudian saya melanjutkan pendidikan saya ke sekolah yang Cuma satu-satunya negeri di bangkalan yang mempelajari ilmu agama secara detail yaitu MTs negeri bangkalan di sanalah saya di ajari berbagai macam ilmu agama maupun ilmu pengetahuan.
Kemudian saya melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi. Dulu saya bingung mau melanjutkan ke sekolah mana yang masih bisa mengajari ilmu agama se detai kayak saya waktu di MTs negeri bangkalan, kemudian saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan saya di sekolah menengah atas yang masih berlandaskan agama yaitu MAN model bangkalan. Di sinilah saya sekarang memperdalam ilmu agama saya dan mempertebal iman saya.
Saya bercita-cita sebagai guru. Tidak tau kenapa semenjak dari saya sekolah SD saya sudah berkeinginan untuk menjadi guru karena menurut saya guru itu baik dan bisa menyalurkan ilmunya ke orang lain jadi dengan jadi guru ilmu kita akan menjadi ilmu yang bermanfaat karena dapat di salurkan kepada orang lain selain itu guru itu menurut saya  harus sabar karena tidak semua anak-anak yang kita ajari nanti semuanya baik tidak mungkin pasti ada yang nakal jadi dari situ kita harus belajar sabar.
Selain itu guru itu menurut saya mempunyai hati yang mulia karena berkat jasa-jasa gurulah anak bangsa ini maju dan berkembang. Jika tanpa guru apakah mungkin kita bisa seperti sekarang ini.????. dan juga berkat jasa guru kita dapat menulis dan membaca dulu kan kita ini sama-sama buta huruf tapi berkat jasa dia kita bisa membaca dan menulis dan juga menjadi orang yang lebih baik karena dengan ilmu gurulah kita ini bisa menjadi orang sukses.
Maka dari itu saya ingin sekali menjadi kerena guru karena selain dia bisa mendapatkan kebahagian di dunia juga kita bisa mendapatkan kebahagian di akhirat karena apa….????. karena ilmu yang kita berikan kepada orang lain itulah bisa sebagai ladang untuk mencari kebajikan nanti buat bekal di akhirat. Tugas guru memang lah di kategorikan lumayan berat karena seorang guru harus bisa mendidik anak-anaknya dari tidak bisa menjdi bisa.
Oleh kerena itulah saya sampai saat ini cita-cita saya tetap pengen jadi guru karena saya ingin mendidik anak bangsa ini biyar menjadi anak yang berkualitas.

me




Saya adalah anak ketiga dari ketiga bersaudara.bisa di bilang saya ini anak bungsu. Saudara saya yang pertama yang bernama nurhidayati sekarang dia telah menikah dengan orang Madura asli dan sekarang suaminya saudara saya itu berprofesi sebagai guru.dia menikah pada usia 16 tahun karena dulu saudara saya itu mondok di sebuah pesantren di kamal yang bernama pondok pesantren al-falah. Dan di sanalah dia kenal sama suaminya yang sekarang.
Usia pernikahan saudara saya yang pertama kira-kira kurang lebih dua puluh tahun. Dan berkat ikatan suci mereka mereka sudah di karunia seorang putra dan putri yang bernama nur abdy waghfir dan st alfin qori’. Selain itu saudara saya yang pertama itu mempunyai sikap yang sabar. Dan juga dia itu sekarang sudah tidak tinggal bersamaku lage dia sudah punya rumah sendiri. Tetapi rumah saudara saya itu rumahnya lantainya menyatu sama keluarga saya.
Saudara saya yang nomor dua juga sudah menikah dengan orang Surabaya. Lebih tepatnya dia adalah orang gersik dia merupakan orang jawa asli yaitu ibunya orang jombang asli dan ayahnya orang banjaran. Dulu kakak ipar saya itu tidak mau kalau sama orang Madura karena kan orang Madura itu wataknya keras-keras. Tapi kalau jodoh mempertemukan mereka apalah daya batin tidak mau. Kalau allah sudah menakdirkan sesuatu maka tidak akan yang menghalanginya.
Mereka di pertemukan pada waktu saudara saya yang kedua itu bekerja di Surabaya. Dia dulu bekerja sama paman saya. dia dulu bekerja sebagai penjaga toko dan suaminya bekerja sebagai arsitek.                                                 Dan sekarang mereka sudah menikah kira-kira sudah delapan tahun dan berkat pernikahan mereka sudah di karunia seorang putri yang sangat  cantik jelita yang di beri nama lia aprillia putri asti ananta. Dan mereka tetap menjadi keluarga yang masih harmonis sampai sekarang.
Anak saudara saya yang nomor dua sekarang berusia lima tahun dia lahir pada tanggal 14 april 2008.                                     Dia sekarang sudah  bersekolah di taman kanak-kanak yang berada di desa keleyan yang bernama dharma wanita dan sekarang dia masih kelas nol kecil tapi dia termasuk kategori  anak cerdas karena sekarang dia sudah bisa hafal doa-doa sebelum makan dan juga doa bila mau tidur dan juga dia sudah dapat berhitung dan juga dapat menulis dan juga sekarang dia sudah hafal anggota-anggota tubuh dalam bahasa arab.

all about me



Saya adalah perempuan usia tujuh belas  tahun yang tinggal di sebuah desa. Desa yang telah mengajarkan dan memberikanku berbagai macam arti kehidupan yang sebenarnya baik yang berhubungan dengan dengan social maupun berhubungan dengan dengan keagamaan. Keluarga saya merupakan keluarga yang menurut saya, tidak berpengalaman dalam menuntut  ilmu karena Cuma saya yang sekolah sampai tingkat SMA.
Saudara – saudara saya yang berpendidikan Cuma sampai lulus SD baik saudara yang pertama maupun saudara yang ke dua mereka hanya bisa berpendidikan sampai SD saja karena dulu mereka tidak bisa melanjutkan sekolah mereka masing-masing. Saudara saya  bukan karena tidak tidak bisa sama pelajarannya tapi dia tidak bisa melanjutkan sekolah karena dahulu orang tua saya merupakan orang tidak punya sehingga tidak dapat melanjutkan sekolah ke yang lebih tinggi.
Seandainya orang tua saya dulu bisa menyekolahkan mereka mungkin mereka bisa mencapai cita-cita mereka masing-masing. Dan bisa menjadi orang yang mungkin berpendidikan. Tapi karena allah yang maha tahu sekarang saudara saya meski tidak sekolah ke perguruan tinggi hidup mereka sekarang sudah enak dan terjamin. Suami-suami mereka sudah anggaplah sudah bisa hidupin saudara saya itu dan juga anak-anaknya.
Saudara saya yang pertama dulu dia pernah menimba ilmu agama di pondok pesantren yang berada di kamal dulu nama pesantrennya yaitu pondok pesantren al-falah. Dia berada di pondok pesantren itu kurang lebih selama tiga tahun di sana. Dan akhirnya dia menemukan laki-laki yang mungkin allah ciptakan untuk pendamping hidupnya. Kemudian saudara saya itu berhenti dari pondok itu dan menikah dengan kakak ipar saya itu pada usia yang di anggap masih muda banget yaitu pada usia 16 tahun.
Sementara itu saudara saya yang nomor dua juga dia lulus SD. Dia diam di rumah selama kurang lebih satu tahun kemudian saudara saya itu juga di mondokkan di kamal sama kayak saudara saya yang pertama tape setelah dia dapet kira-kira satu minggu berada di pondok dia merasa tidak betah berada di pondok sehingga dia pulang ke rumah dan memutuskan untuk tidak kembali ke pondok itu. Akan tetapi pergi mondok lagi ke bangkalan dia di sana mondok selama kurang lebih dua tahun. Dia pulang karena dia sakit parah kemudian dia berhenti dari pondok itu.